Bagi anak balita, Ali menyarankan untuk melatih dan mengasah motorik kasar dan halus yang dapat mendukung perkembangan otaknya. Demikian pula permainan yang dapat mengasah kognitif dan daya ingat juga perlu dilatih pada anak balita.
Pemenuhan gizi untuk kesehatan otak juga bisa dimulai dengan sarapan yang lengkap dan dengan menu beragam, yaitu terdiri dari sayur, lauk, buah dan susu sebagai pelengkapnya. Namun sayangnya, kata Ali, sarapan masih sering dianggap tidak penting bagi sebagian orang dengan hanya mengonsumsi menu seadanya.
Sebagai penutup, Ali memberikan contoh bekal yang bisa di bawa anak ketika masuk sekolah yaitu cemilan bergizi seperti buah ataupun pisang goreng.
“Bekal yang intinya snack misalnya buah, termasuk pisang goreng lebih baik dari sekedar gorengan biasa,” demikian Prof. Ali Khomsan. (*)
Sumber: ANTARA
Pewarta: Fitra Ashari
—————————————————————-
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…