Diterangkan Yamin, sebelum ada aplikasi ini, perekaman berlangsung di Bandara Arab Saudi. Karena sering terjadi penumpukan, akhirnya Kemenag RI dan otoritas Arab Saudi bersepakat.
Dengan aplikasi ini, CJH asal Indonesia tidak perlu lagi melakukan perekaman visa di Arab Saudi.
‘’Karena prosesnya sudah dilalui di Indonesia, sehingga saat di Arab Saudi bisa langsung mengikuti tahapan haji, tidak lagi antre mengurus visa,’’ terang pejabat Kemenag asal Desa Kradenan, Kecamatan Palang itu.
Adapun jumlah jemaah asal Kabupaten Tuban yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini sebanyak 1.158 jemaah. Rinciannya, sebanyak 1.010 jemaah reguler, 41 lansia, dan cadangan 107 jemaah. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…