Diterangkan Yamin, sebelum ada aplikasi ini, perekaman berlangsung di Bandara Arab Saudi. Karena sering terjadi penumpukan, akhirnya Kemenag RI dan otoritas Arab Saudi bersepakat.
Dengan aplikasi ini, CJH asal Indonesia tidak perlu lagi melakukan perekaman visa di Arab Saudi.
‘’Karena prosesnya sudah dilalui di Indonesia, sehingga saat di Arab Saudi bisa langsung mengikuti tahapan haji, tidak lagi antre mengurus visa,’’ terang pejabat Kemenag asal Desa Kradenan, Kecamatan Palang itu.
Adapun jumlah jemaah asal Kabupaten Tuban yang akan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji tahun ini sebanyak 1.158 jemaah. Rinciannya, sebanyak 1.010 jemaah reguler, 41 lansia, dan cadangan 107 jemaah. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.