Pejabat kelahiran Semarang, Jawa Tengah ini meneruskan, road barrier di Jalan RE Martadinata akan dipasang di situ sampai batas waktu tak ditentukan.
Namun, ketika para sopir truk dinilai sudah sadar dan tertib aturan larangan parkir di jalan bernama tokoh Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berpangkat terakhir laksamana itu, road barrier di sana akan dikemasi.
Ayah dua anak ini melanjutkan, sesungguhnya larangan parkir di sisi utara Jalan RE Martadinata berlaku bagi semua jenis kendaraan. Namun, sementara ini, paling prioritas diterapkan bagi truk.
Dia mengakui, truk memang menjadi kendaraan yang paling dikambinghitamkan pihaknya mengenai hal ini. Itu karena, keberadaan truk di tepi Jalan RE Martadinata paling berbahaya.
Sudah tidak terhitung berapa kali kecelakaan lalu lintas diakibatkan truk-truk terparkir sembarangan di Jalan RE Martadinata.
Selain itu, truk-truk di situ beberapa waktu lalu juga kedapatan membuat tiang-tiang lampu di trotoar jalan tersebut rusak hingga roboh.
‘’Intinya, keberdaan truk parkir di Jalan RE Martadinata itu tidak ideal,’’ pungkasnya. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.
Daftar Top 10 Orang Terkaya ASEAN 2025 yang dirilis seasia.stats dengan rujukan Forbes Real-Time Billionaires…
Peta persaingan industri laptop global kembali menegaskan satu fakta lama: pasar ini masih dikuasai segelintir…
Dunia bisnis global memasuki babak baru. Bukan lagi didominasi wajah-wajah senior berambut perak, daftar orang…
Peta kekuatan korporasi Asia Tenggara bergeser. Untuk pertama kalinya, perusahaan asal Indonesia berdiri paling tinggi…
Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir 2025 menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global…