
Radartuban.jawapos.com – Indikator penilaian seleksi tahap pertama petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) 2023 formasi pelayanan akomodasi Kementerian Agama (Kemenag) Tuban masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, peserta yang lolos seleksi tahap dua bukan peringkat pertama dengan nilai tertinggi, melainkan peringkat tiga. Padahal, pelaksanaannya sudah menggunakan sistem computer assisted test (CAT).
Pernyataan tegas juga sudah disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Husnul Maram. Ditegaskan dia, seluruh peserta mendapat kesempatan sama untuk menjadi petugas haji melalui persaingan sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Hal ini dilakukan untuk mendapatkan petugas yang kompeten dan petugas yang tidak gagap dengan teknologi,’’ katanya dikutip dari Jawa Pos (31/1).
Namun, hasil seleksi PPIH formasi pelayanan akomodasi Kemenag Tuban seakan mengesampingkan nilai CAT. Nilai tertinggi seakan tidak diperhitungkan.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…