
Radartuban.jawapos.com – Indikator penilaian seleksi tahap pertama petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) 2023 formasi pelayanan akomodasi Kementerian Agama (Kemenag) Tuban masih menyisakan tanda tanya. Pasalnya, peserta yang lolos seleksi tahap dua bukan peringkat pertama dengan nilai tertinggi, melainkan peringkat tiga. Padahal, pelaksanaannya sudah menggunakan sistem computer assisted test (CAT).
Pernyataan tegas juga sudah disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jatim Husnul Maram. Ditegaskan dia, seluruh peserta mendapat kesempatan sama untuk menjadi petugas haji melalui persaingan sehat dan dapat dipertanggungjawabkan.
‘’Hal ini dilakukan untuk mendapatkan petugas yang kompeten dan petugas yang tidak gagap dengan teknologi,’’ katanya dikutip dari Jawa Pos (31/1).
Namun, hasil seleksi PPIH formasi pelayanan akomodasi Kemenag Tuban seakan mengesampingkan nilai CAT. Nilai tertinggi seakan tidak diperhitungkan.
Page: 1 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…