Apakah sebaiknya pemkab membangun halte bus di emperan pertokoan sederet dengan pos polisi dan klenteng Tjoe Ling Kiong tersebut, Imam mengaku bahwa hal itu tidak memungkinkan.
Sebab, di lokasi tersebut tidak ada tempat ideal untuk keberdaaan halte.
‘’Jalan Pangsud di kawasan tersebut lalu lintasnya juga terlalu padat. Jika ada operasional halte bus, lalu lintasnya pasti bertambah padat. Rawan kecelakaan,’’ terangnya.
Pejabat berdomisli di Bojonegoro ini optimistis penertiban bakal dilakukan pihaknya di halte bus ilegal di kawasan terlarang dalam waktu dekat ini bakal sukses. Sebab, penertiban akan dikoordinasikan dengan Satlantas Polres Tuban.
Jadi, kalau nanti ada bus membandel atau tetap parkir di kawasan terlarang mangkal itu, akan ada penindakan atau konsekuensi hukumnya.
Lebih lanjut, selain di badan Jalan Panglima Sudirman ruas utara Alun-Alun Tuban, dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan turut menertibkan halte bayangan di Jalan RE Marta di nata, ruas utara Rest Area. Dia mengemukakan, para penumpang yang biasa nyegat bus di kawasan itu akan diarahkan ke halte bus Gerdu Laut dekat simpang tiga Jalan Pangsud—Diponegoro. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.