Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP-2P) Tuban Eko Arif Julianto mengemukakan, pihaknya akan terus memberi ruang dan dukungan kepada para petani untuk menekuni pertanian organik.
‘’Sesuai kehendak Mas Bupati, kami akan mewujudkan pertanian di Kabupaten Tuban yang berkelanjutan dan ramah lingkungan dengan cara menggencarkan pertanian organik,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Sementara ini, kata Arif, memang belum semua pertanian di Bumi Ronggolawe bebas bahan kimia. Namun, saat ini tiap-tiap kecamatan sudah memiliki lahan pertanian organik.
‘’Lahan pertanian organik di 20 kecamatan itu luasnya sudah lumayan. Mencapai ribuan hektare. Secara perlahan, luasnya akan terus kami tambahi lagi. Sosialisasi dan edukasi pertanian organik untuk para petani, akan kami intensifkan,’’ tandas mantan Camat Parengan ini.
Arif meneruskan, memang banyak keuntungan didapat jika pertanian organik dilakukan. Dari segi biaya, pertanian organik lebih hemat. Itu karena, pupuk kimia harus membeli.
Sedangkan, pupuk organik bisa membuat sendiri. Bahan dasarnya ada di sekitar petani. Seperti kotoran hewan, limbah tanaman, dan bahan organik lain.
‘’Kami pun ada pelatihan bagi pa ra petani agar bisa membuat pupuk organik. Para penyuluh pertanian kami yang membimbing. Hingga saat ini, program tersebut masih terus berjalan,’’ tuturnya.
Lebih lanjut, alumni Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) Malang ini menuturkan, pertanian organik juga amat sehat bagi ekosistem. Berbanding terbalik dengan pertanian yang masih menggunakan bahan kimia.
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.