Petugas SPBU Desa Beji, Kecamatan Jenu Dewi Khanifah mengemukakan, pembelian BBM menggunakan QRIS memang baru diterapkan. Sehingga wajar masih ada penyesuaian.
‘’Sistemnya, para sopir akan diarahkan untuk mendaftarkan diri dan kendaraannya secara online melalu scan barcode di poster. Baru setelah itu bisa mengisi bahan bakar solar bersubsidi,’’ katanya.
Disampaikan Dewi, semua kendaraan menggunakan bahan bakar solar wajib mendaftarkan kendaraannya terlebih dahulu.
‘’Baik truk, bus, maupun kendaraan pribadi yang menggunakan solar subsidi wajib menggunakan QRIS,’’ terang dia.
Meski demikian, lanjut dia, penerapan kebijakan ini hanya bersifat uji coba, sehingga keberlanjutannya belum bisa dipastikan. Bagaimana jika ada sopir yang tidak paham menggunakan atau bahkan tidak mempunyai smartphone?
Dewi menerangkan, jika ada sopir yang tidak paham atau tidak memiliki smart phone, petugas SPBU siap bersedia un tuk membantu prosesnya hingga selesai. (zid/tok)
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…