Pejabat kelahiran Jayapura itu memprediksi puncak musim kemarau dimulai pada Agustus mendatang.
‘’Puncak kemarau di Tuban akan mulai Agustus hingga September,’’ ujarnya.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, lanjut Zem, diindikasi saat musim kemarau pada Juli mendatang akan ada fenomena El Nino yang memicu berkurangnya curah hujan dan menimbulkan kekeringan.
Namun, kondisi tersebut bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi alam yang terjadi pada saat itu.
Meski demikian, dia mengimbau masyarakat di daerah ke ke ringan untuk terus waspada dan mengantisipasi penyusutan debit air yang ekstrem. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.