Pejabat kelahiran Jayapura itu memprediksi puncak musim kemarau dimulai pada Agustus mendatang.
‘’Puncak kemarau di Tuban akan mulai Agustus hingga September,’’ ujarnya.
Berdasarkan hasil monitoring BMKG, lanjut Zem, diindikasi saat musim kemarau pada Juli mendatang akan ada fenomena El Nino yang memicu berkurangnya curah hujan dan menimbulkan kekeringan.
Namun, kondisi tersebut bisa berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi alam yang terjadi pada saat itu.
Meski demikian, dia mengimbau masyarakat di daerah ke ke ringan untuk terus waspada dan mengantisipasi penyusutan debit air yang ekstrem. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…