
Radartuban.jawapos.com – Peralihan musim penghujan ke kemarau sudah berlalu. Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan sebagian besar wilayah di Indonesia, termasuk Tuban sudah memasuki awal kemarau.
Diprediksi, puncak musim kemarau yang mengalami kekeringan ekstrem dimulai Agustus atau tiga bulan lagi.
Kepala Stasiun BMKG Tuban Zem Irianto Padma menjelaskan, peralihan dari penghujan ke kemarau sudah dimulai sejak akhir April lalu.
Saat ini, Tuban sudah memasuki awal musim kemarau. Yang patut diwaspadai, kata dia, adalah fase peralihan musim. Sebab, saat pergantian musim, cuaca ekstrem akan sering dirasakan.
‘’Tanda peralihan musim biasanya cuaca ekstrem seperti hujan deras atau panas menyengat,’’ terang dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Kabar baiknya, kata dia, musim penghujan tahun ini nyaris tanpa bencana banjir akibat luapan Bengawan Solo.
Sesuai prediksi, tinggi muka air (TMA) sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut relatif stabil. Itu karena intensitas hujan dari hulu masih rendah.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…