Dokter spesialis kandungan itu mengatakan, tidak hanya turun jalan di Tuban dan Jakarta, aksi para nakes juga diikuti dengan pemasangan pita hitam pada seragam kerja.
‘’Proses penyusunan dan pembahasan RUU kesehatan ini mencederai demokrasi, cacat prosedur pe nyusunan, dan sangat tersembunyi,’’ tegasnya.
Zuhri, panggilan akrabnya, menuding pemerintah juga melakukan pembungkaman suara-suara kritis yang dilakukan secara formal.
Dia menyebut pemberhentian seorang guru besar Prof Dr Zainal Muttaqin adalah bentuk power abuse yang berdampak bagi hak-hak individu warga negara, serta mengganggu proses pen didikan kedokteran.
‘’Adanya kasus kekerasan yang dialami tenaga medis juga menjadi perhatian kami,’’ tuturnya.
Dokter lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menambahkan, para nakes yang sedang bertugas dan tidak bisa ikut turun jalan diminta membantu doa di tempat tugasnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.