Dokter spesialis kandungan itu mengatakan, tidak hanya turun jalan di Tuban dan Jakarta, aksi para nakes juga diikuti dengan pemasangan pita hitam pada seragam kerja.
‘’Proses penyusunan dan pembahasan RUU kesehatan ini mencederai demokrasi, cacat prosedur pe nyusunan, dan sangat tersembunyi,’’ tegasnya.
Zuhri, panggilan akrabnya, menuding pemerintah juga melakukan pembungkaman suara-suara kritis yang dilakukan secara formal.
Dia menyebut pemberhentian seorang guru besar Prof Dr Zainal Muttaqin adalah bentuk power abuse yang berdampak bagi hak-hak individu warga negara, serta mengganggu proses pen didikan kedokteran.
‘’Adanya kasus kekerasan yang dialami tenaga medis juga menjadi perhatian kami,’’ tuturnya.
Dokter lulusan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu menambahkan, para nakes yang sedang bertugas dan tidak bisa ikut turun jalan diminta membantu doa di tempat tugasnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…