‘’Kalau dulu dalam hitungan menit sudah bisa. Kalau sekarang tidak bisa, karena akses sudah terpusat dan terbatas. Ketika mencari data by name by address, harus mencari satu persatu, sehingga (proses validasi data pemilih “Siluman”, Red) membutuhkan waktu cukup lama,’’ ujarnya.
Kendati begitu, terang Ubaid, pihaknya akan membantu KPUK secepat mungkin untuk penyelesaian data kependudukan yang tidak jelas tersebut.
Sementara itu, Divisi Perencanaan dan Data KPUK Tuban M. Nurrokhib mengklaim bahwa data “siluman” itu sudah diperbaiki sejak semula.
‘’Sudah diperbaiki dari kemarin saat rekap desa, bagi yang data terbaru sudah tidak nol lagi,’’ tuturnya.
Hanya saja, ketika disinggung terkait data pemilih “siluman” baru diungkap, pihak tidak bisa menjawab. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.