‘’Kalau dulu dalam hitungan menit sudah bisa. Kalau sekarang tidak bisa, karena akses sudah terpusat dan terbatas. Ketika mencari data by name by address, harus mencari satu persatu, sehingga (proses validasi data pemilih “Siluman”, Red) membutuhkan waktu cukup lama,’’ ujarnya.
Kendati begitu, terang Ubaid, pihaknya akan membantu KPUK secepat mungkin untuk penyelesaian data kependudukan yang tidak jelas tersebut.
Sementara itu, Divisi Perencanaan dan Data KPUK Tuban M. Nurrokhib mengklaim bahwa data “siluman” itu sudah diperbaiki sejak semula.
‘’Sudah diperbaiki dari kemarin saat rekap desa, bagi yang data terbaru sudah tidak nol lagi,’’ tuturnya.
Hanya saja, ketika disinggung terkait data pemilih “siluman” baru diungkap, pihak tidak bisa menjawab. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…