Karena itu, lanjut Nunuk, semua pihak yang bertanggung jawab dalam setiap tahapan proyek harus dikumpulkan. Betul-betul dimintai keterangan sesuai tanggung jawabnya.
‘’Sehingga menjadi jelas, di tahap mana yang salah. Apakah pada sisi perencanaan, atau memang konstruksinya yang tidak sesuai spek. Atau pengawasannya yang salah? Harus dilihat semua,’’ terang dosen berdomisili di Perumahan Tasikmadu, Kecamatan Palang itu.
Selain dari sisi konstruksi, potensi gempa dan beban angin dari setiap samping juga harus dihitung.
‘’Untuk mendapatkan hasil kontruksi yang bagus, dan menghindari potensi-potensi yang tidak diharapkan—di luar kejadian bencana, (dalam proyek konstruksi, Red) memang harus ada perencanaan matang dari awal hingga akhir, termasuk bagaimana pengawasannya juga,’’ tandas Nunuk. (tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…