‘’Makanya, penting sekali dikaji ulang untuk mengetahui penyebab pastinya,’’ terang akademisi yang karib disapa Nunuk itu.
Lebih lanjut alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang dan pasca sarjana Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya itu mengungkapkan, sejauh pengalamannya sebagai konsultan teknik di Tuban, baru kali ini terjadi insiden ambruknya atap bangunan.
‘’Sejauh saya ingat, belum pernah ada (konstruksi bangunan pemerintah yang atapnya ambruk, Red). Soal apakah ada kelalaian atau tidak, ini yang perlu dikaji lebih dalam,’’ tandas dosen berdomisili di Perumahan Tasikmadu, Kecamatan Palang itu.
Sekadar diketahui, atap Gedung Korpri itu baru saja diperbaiki pada 2022 lalu. Proyek rehabilitasi senilai Rp 532 juta itu dikerjakan oleh PT Turangga Jaya Sakti, perusahaan konstruksi beralamat di Desa Sambonggede, Kecamatan Merakurak.
Proyek ini dikerjakan kurang lebih tiga bulan. Dimulai Oktober hingga Desember.(sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…