
Radartuban.jawapos.com – Menjelang Idul Fitri, Pertamina Group yang berada di wilayah Surabaya mengadakan Sebaran (Semangat Berbagi Baju Lebaran) 2.0. Dalam kegiatan ini, Relawan Perwira Pertamina mengajak anak-anak yatim dan kurang mampu berbelanja baju Lebaran.
Hari ini, Kamis (13/4/2023), sebanyak 20 anak yang berasal dari daerah kantor ring 1 Pertamina Group diajak ke pusat perbelanjaan Cito Surabaya. Anak-anak yatim yang ikut dalam kegiatan Sebaran 2.0 ini berkisar dari umur 7 – 15 tahun. Sukacita dan kegembiraan terlihat jelas saat anak-anak diberikan kebebasan memilih baju atau barang lainnya sesuai dengan dana yang sudah disediakan. Para relawan Perwira Pertamina bertugas sebagai pendamping anak-anak tersebut saat berbelanja baju Lebaran.
Reno Ardiansyah, satu di antara anak yang mengikuti kegiatan ini mengaku senang bisa berbelanja baju untuk Lebaran. Ia mengaku selama ini tidak pernah membeli baju baru untuk Lebaran.
“Senang sekali diajak ke mall beli baju baru,” kata siswa kelas 4 SD ini. Saat berkeliling department store dan dipersilakan memilih baju sendiri, Reno pun sempat kebingungan.
Begitu juga Chintya Devi. Berbeda dengan Reno, tidak butuh waktu lama bagi Cinthya untuk berkeliling dan memilih baju yang Ia inginkan.
Siswa kelas 2 SMP ini memilih untuk membeli sweater, kemeja dan jilbab. “Iya, mau dipakai untuk Lebaran,” ujarnya.
Chintya, anak bungsu dari tiga bersaudara ini mengaku tidak setiap Lebaran membeli baju baru. Sehari-hari, Sang ibu bekerja mengantar jemput anak sekolah. Karena itu Ia bahagia ketika diajak untuk ikut serta dalam Sebaran 2.0 ini.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…