Sementara itu, Pemred Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan menawarkan program Radar Tuban Mengajar ke lembaga pendidikan di bawah naungan Kemenag.
Menurut dia, sementara ini program tersebut baru menyentuh lembaga pendidikan di bawah naungan dinas pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bojonegoro-Tuban.
‘’Program Radar Tuban Mengajar ini untuk semua jenjang pendidikan. Program yang sesuai dengan Kurikulum Merdeka ini gratis sebagai bentuk darma bakti kami kepada dunia pendidikan,’’ jelasnya.
Ahmad Atho’illah menambahkan, pemberitaan Jawa Pos Radar Tuban sangat mengedepankan obyektivitas, profesionalitas, dan memegang teguh Kode Etik Jurnalistik.
‘’Sebagai media mainstream, kami menjaga teguh kesakralan profesi,’’ ujarnya. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…