
PENUH KEAKRABAN: Kepala Kemenag Tuban A. Munir (tiga dari kanan) didampingi dua stafnya berbincang akrab dengan jajaran manajemen Jawa Pos Radar Tuban kemarin (15/2).
Radartuban.jawapos.com – Kepala Kemenag Tuban Ahmad Munir kemarin (15/2) siang silaturahmi ke kantor Jawa Pos Radar Tuban. Ketika bertandang di kantor media yang beralamat di Jalan Wahidin Sudiro husodo 59 Tuban tersebut, dia didampingi Kasi Bimas Islam Mashari dan Kepala KUA Kecamatan Rengel Kasdikin.
Kehadiran Munir, sapaannya, disambut General Manager (GM) Jawa Pos Radar Tuban Tulus Widodo, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Tuban Dwi Setiyawan dan redaktur pelaksana Ahmad Atho’illah.
Silaturahmi sekitar dua jam itu berlangsung santai dan penuh keakraban. Salah satu bahasannya terkait sinergitas Kemenag Tuban dan Jawa Pos Radar Tuban ke depan.
‘’Sinergitas antara Kemenag dan Jawa Pos Radar Tuban sangat kami perlukan. Apalagi, banyak program baru yang kami bentuk. Tentu ini tidak akan sampai ke masyarakat jika tidak diberitakan temanteman media, termasuk teman-teman Jawa Pos Radar Tuban,’’ ujar Munir.
Dia juga menyampaikan gagasannya untuk menghidupkan fungsi kehumasan di Kantor Urusan Agama (KUA) masing-masing kecamatan.
Untuk memaksimalkan program tersebut membutuhkan ilmu jurnalistik yang dikuasai kru redaksi Jawa Pos Radar Tuban.
GM Jawa Pos Radar Tuban Tulus Widodo menyampaikan, silaturahmi seperti ini sangat penting untuk mengeratkan komunikasi antarinstitusi Kemenag dan Radar Tuban. Dengan berbagai platform yang dimiliki media yang menjadi opinion leader dan market leader di Tuban, kata dia, Radar Tuban siap mengkaver program-program Kemenag.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…