Lebih lanjut mantan anggota DPRD Provinsi Jawa Timur itu menyampaikan, saat ini pihaknya telah menerjunkan Inspektorat dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban untuk melakukan investigasi penyebab ambruknya atap gedung tersebut.
‘’Laporan dari teman-teman (Inspektorat dan DPUPR PRKP, Red) belum sampai di meja saya. Kalau sudah (ada hasilnya, Red) nanti akan kami sampaikan,’’ janjinya.
Untuk saat ini, terang Bupati Lindra, kerusakan atap sudah diperbaiki lagi oleh rekanan yang bertanggung jawab, yakni PT Turangga Jaya Sakti.
‘’Masih menjadi tanggung jawab pihak ketiga (rekanan) sampai enam bulan ke depan. Dan saat ini pihak ketiga sudah bertanggung jawab terkait kerusakan tersebut,’’ tandasnya. (fud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…