
Radartuban.jawapos.com – Pernyataan Ketua Komisi 1 DPRD Tuban Fahmi Fikroni yang menuding bahwa ambruknya atap Gedung Kopri karena buru-buru dan asal-asalan, dijawab oleh Bupati Aditya Halindra Faridzky.
Disampaikan Bupati Lindra, proyek perbaikan atap gedung pertemuan di kompleks Pendapa Kridha Manunggal itu tidak pernah terburu-buru.
Ditegaskan dia, sebelum diputuskan untuk diperbaiki, telah lebih dulu dilakukan kajian teknis dari konsultan eskternal. Setelah itu baru ditenderkan.
‘’Jadi, tidak sesederhana itu (tanpa perencanaan, Red) proyek dikerjakan. Tetap melalui kajian, termasuk apakah proyek bisa terselesaikan atau tidak hingga akhir tahun. Semua ada kajiannya,’’ terang bupati muda kelahiran 1992 itu.
Lantas, apa penyebab ambruknya atap Gedung Korpri tersebut, itulah yang saat ini sedang didalami. Namun, tegas Bupati Lindra, yang jelas, revitalisasi atap senilai Rp 532 juta tahun anggaran 2022 itu sudah melalui kajian dari tim konsultan.
‘’Sejak dibangun pada 1982, perbaikan atap ini merupakan yang pertama. Selama ini tidak pernah ada anggaran untuk melakukan perbaikan,’’ katanya.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…