‘’Untuk rumah, Alhamdulillah tak ada yang te rendam,’’ imbuhnya.
Dia menuturkan, banjir luapan Bengawan Solo rutin terjadi hampir setiap tahun. Selain Desa Kanor, Desa Ngadirejo, Sawahan, dan Tambakrejo biasa terdampak pula.
Belum ada solusi dari pemerintah mengatasi hal ini. Semisal, pembangunan tanggul. Padahal, pembangunan infrastuktur penang kis banjir itu diusulkan para petani setempat kepada Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) dan Pemkab Tuban sejak 2014 silam. Setiap tahun juga diusulkan ulang.
‘’Semoga tahun depan atau tahun berikutnya usulan itu dapat terealisasi,’’ harapnya.(sab/tok)
Pasar modal kembali memanas. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)…
Dominasi New York di panggung finansial internasional kembali mendapat legitimasi. Kota berjuluk “The Capital of…
Bursa saham Indonesia kembali berguncang. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 24,73 poin atau…
PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) akhirnya buka suara. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Petrosea…
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan yang belum reda, cadangan devisa Indonesia…
Dunia keuangan global bersiap menghadapi gempa besar. Perusahaan pengembang ChatGPT, yakni OpenAI, tengah menyiapkan langkah…