‘’Untuk rumah, Alhamdulillah tak ada yang te rendam,’’ imbuhnya.
Dia menuturkan, banjir luapan Bengawan Solo rutin terjadi hampir setiap tahun. Selain Desa Kanor, Desa Ngadirejo, Sawahan, dan Tambakrejo biasa terdampak pula.
Belum ada solusi dari pemerintah mengatasi hal ini. Semisal, pembangunan tanggul. Padahal, pembangunan infrastuktur penang kis banjir itu diusulkan para petani setempat kepada Balai Besar Bengawan Solo (BBWS) dan Pemkab Tuban sejak 2014 silam. Setiap tahun juga diusulkan ulang.
‘’Semoga tahun depan atau tahun berikutnya usulan itu dapat terealisasi,’’ harapnya.(sab/tok)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok dalam perdagangan awal pekan, Senin (27/10). Pada perdagangan…
Fakta ini cukup telak. Meski kebijakan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sudah dijalankan dengan tingkat…
Bursa Efek Indonesia Selasa (20/10) kembali bergemuruh. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan dengan…
Harga emas kembali menggila. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) melonjak tajam hingga…
Manuver agresif konglomerat Prajogo Pangestu di sektor energi makin terang-terangan. Melalui emiten andalannya PT Petrindo…
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencetak sejarah sebagai perusahaan tambang pertama di Indonesia yang meraih…