Untuk menjadi penerima kartani, terang Huda, petani diwajibkan melakukan pendaftaran melalui kelompok tani terdahulu. Lalu dimasukan dalam sistem elektronik-rencana definitif kebutuhan kelompok (e-RDKK), setelah itu baru berhak mendapatkan kartu.
‘’Jadi prosesnya memang panjang,’’ paparnya.
Darmawan, petani lain di Desa Cepokoreko, Kecamatan Palang mengaku hingga saat ini belum menerima kartani. Namun, sebab apa kartu belum diterima, dia mengaku tidak tahu. Yang jelas, proses pembuatan berikut syarat-syaratnya sudah diserahkan.
‘’Sementara (mengambil pupuk subsidi, Red) menggunakan KTP,’’ tandas nya. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.