Dalam fatwanya, PCNU Tuban juga mengimbau masyarakat untuk waspada dalam meneliti hewan kurban.
‘’Jangan sampai terjebak membeli hewan kurban yang terinfeksi lato-lato,’’ imbuh Dewan Perumus LBM PWNU Jatim itu.
Di bagian lain, PCNU Tuban mengimbau pemkab melalui dinas terkait untuk terus melakukan screening kesehatan kepada hewan, utamanya sapi yang dipasarkan menjelang Idul Adha. Kalau perlu harus dipastikan hewan kurban yang dipasarkan benar-benar sehat dan memenuhi kriteria kurban.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Tuban Eko Julianto mengatakan, terkait fatwa PCNU Tuban tersebut, dia sudah berdiskusi dengan bidang kesehatan hewan dokter hewan Pipin.
Hasilnya, disarankan untuk tidak mengonsumsi hewan kurban berpenyakit LSD sebelum direbus dengan suhu tertentu. Terutama menghindari bagian benjolan.
Terkait fatwa tersebut, Eko menyampaikan secara internal akan menyikapi demi kemaslahatan umat. (fud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.