
Radartuban.jawapos.com – Sejumlah calon jemaah haji (CJH) asal Tuban dikabarkan tunda berangkat—tidak melakukan pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) hingga batas perpanjangan waktu terakhir, Jumat (19/5) lalu.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Ashabul Yamin membenarkan perihal informasi sejumlah jemaah yang mengundurkan diri atau tunda berangkat. Namun, berapa jumlah pastinya, dia belum bisa menyampaikan.
‘’Berapa yang belum melakukan pelunasan masih dihitung,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Disampaikan Yamin, meski tidak melakukan pelunasan BPIH dan mungkin berniat menunda pemberangkatan, tetap wajib mengisi surat penyataan pengajuan tunda berangkat.
‘’Administrasinya harus jelas. Kalau tunda berangkat, ya harus membuat surat pernyataan,’’ katanya.
Disinggung perihal alasan jemaah mengajukan tunda berangkat, pejabat asal Desa Kradenan, Kecamatan Palang menyampaikan bahwa alasan jemaah yang tidak melakukan pelunasan bermacam-macam. Mulai dari ekonomi, kesehatan, hingga alasan tidak bisa berangkat bersama mahram.
Selanjutnya, para jemaah yang memutuskan tunda berangkat itu nantinya masuk kategori jemaah tunggu.
Page: 1 2
Pasar saham Indonesia akhirnya menunjukkan napas segar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada…
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…