‘’Karena puncak musim kemarau tahun ini dibarengi dengan fenomena El Nino, sehingga rawan sekali kekeringan,’’ ujarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengemukakan, pihaknya telah memproyeksi langkah-langkah mengantisipasi ragam konsekuensi kemarau pada Agustus mendatang tersebut.
Daerah-daerah rawan bencana kekeringan telah dipetakan berikut mitigasinya. Hanya, mana saja daerah-daerah rawan kekeringan tersebut, mantan Camat Plumpang ini tak mengemukakan detail. Paling menjadi perhatian yakni sejumlah desa di Kecamatan Grabagan.
‘’Nanti, pada saatnya akan kami lakukan dropping air bersih untuk daerah-daerah rawan kekeringan tersebut,’’ tandasnya. (sab/tok)
—————————————————————-
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.