‘’Karena puncak musim kemarau tahun ini dibarengi dengan fenomena El Nino, sehingga rawan sekali kekeringan,’’ ujarnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Sudarmaji mengemukakan, pihaknya telah memproyeksi langkah-langkah mengantisipasi ragam konsekuensi kemarau pada Agustus mendatang tersebut.
Daerah-daerah rawan bencana kekeringan telah dipetakan berikut mitigasinya. Hanya, mana saja daerah-daerah rawan kekeringan tersebut, mantan Camat Plumpang ini tak mengemukakan detail. Paling menjadi perhatian yakni sejumlah desa di Kecamatan Grabagan.
‘’Nanti, pada saatnya akan kami lakukan dropping air bersih untuk daerah-daerah rawan kekeringan tersebut,’’ tandasnya. (sab/tok)
—————————————————————-
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…