Meski demikian, tegas Mashari, tidak lantas yang mengajukan diska hamil duluan semua.
Dikatakan dia, ada juga ada masalah lain, seperti adanya pandangan di masyarakat desa—ketika anak sudah besar, maka akan langsung dinikahkan.
‘’Tapi, penyebab angka pernikahan dini tinggi di Tuban, itu karena adanya amandemen bahwa syarat nikah usia 19 tahun, sementara dulu hanya 16 tahun. Sementara masyarakat belum banyak yang tahu,’’ bebernya.
Untuk itu, lanjut dia, tahun ini kemenag dengan program unggulan, yakni Tuban Bangga terus berupaya menekan angka pernikahan dini. Meski tak bisa langsung bisa dirasakan tapi pelan-pelan diharapkan bisa efektif.
‘’Saya yakin, sampai akhir tahun nanti angka pernikahan dini di Tuban akan turun dibanding tahun lalu,’’ katanya optimistis. (fud/tok)
—————————————————————-
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.