Categories: Nasional

Mas Lindra: Berikan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Sebanyak 116 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tenaga kesehatan Kabupaten Tuban formasi 2022 menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Bupati Aditya Halindra Faridzky. Penyerahan surat ketetapan tertulis sebagai aparatur sipil negara (ASN) itu berlangsung di lantai tiga Ruang Rapat RH Ronggolawe Sekretariat Daerah Tuban, kemarin (24/5).

BEBERAPA pesan penting disampaikan Bupati Aditya Halindra Faridzky dalam momen  bahagia tersebut. Pertama dan yang paling utama, yakni memberikan pelayanan  terbaik untuk masyarakat Tuban. Sebab, inti dari penyelenggaraan pemerintah adalah pelayanan. Dan satu di antara indikator keberhasilan pelayanan adalah kenyamanan dan kepuasan masyarakat.

SELAMAT: Bupati Aditya Halindra Faridzky menyerahkan SK pengangkatan kepada PPPK tenaga kesehatan formasi 2022 di Ruang Rapat RH Ronggolawe, lantai 3 Sekretariat Daerah Tuban, kemarin (24/5). (Diskominfo SP untuk Radar Tuban)

‘’SK pengangkatan (PPPK) ini adalah amanah yang dipercayakan kepada bapak dan ibu semua. Amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wata’ala. Untuk itu, bekerjalah dengan sebaik mungkin. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ pesannya kepada seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Tuban, khususnya bagi PPPK yang baru saja menerima SK pengangkatan.

Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, bupati muda ini memberikan analogi cukup sederhana. Yakni, memosisikan pasien sebagai keluarga.

‘’Berikan pelayanan terbaik kepada pasien seperti halnya bapak/ibu merawat keluarga sendiri. Dengan begitu, pasien akan merasa sangat nyaman,’’ tuturnya.

Sekarang ini, terang Mas Lindra—sapaan akrab bupati, di antara pekerjaan rumah tenaga kesehatan di Kabupaten Tuban, yakni menurunkan angka stunting. Serta, menekan angka kematian ibu dan bayi.

Tidak kalah penting, juga turut memberikan edukasi kepada masyarakat dalam mencegah pernikahan dini—yang belakangan terus meningkat.

Sebab, kehamilan maupun proses persalinan pada usia muda cukup berisiko. Baik secara mortalitas maupun morbititas.

Persalinan di usia sangat muda bisa menyebabkan kematian pada ibu. Pun ketika bayi sudah lahir, juga berpotensi dalam keadaan tidak sehat. Sehingga menyebabkan stunting.

‘’Inilah pentingnya kolaborasi dan sinergi. Sebab, ini (PR dalam mencegah stunting,  serta kematian ibu dan bayi, Red) adalah tanggung jawab kita bersama,’’ tegas Mas Lindra.

Page: 1 2

Amin Fauzie

Recent Posts

IHSG Menguat Terbatas di 9.075, Volume Besar tapi Keyakinan Belum Bulat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…

1 week ago

Pasar Mobil 2025 Menggeliat, Jepang Masih Perkasa di Tengah Gempuran Pabrikan Tiongkok

Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…

1 week ago

IHSG Menguat di Tengah Tekanan, Sinyal Akumulasi Mulai Terbaca di Awal Tahun

Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…

1 week ago

Menkeu Purbaya Bidik IHSG Tembus 10 Ribu, OJK Ingatkan Syarat Berat di Balik Optimisme Pemerintah

Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…

2 weeks ago

IHSG Tergelincir di Akhir Perdagangan, Tekanan Jual Menutup Optimisme Awal Sesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…

2 weeks ago

Harga Emas Antam Naik Lagi, Pasar Domestik Menguat di Tengah Tren Fluktuatif Global

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…

2 months ago