‘’Kalau dulu, banyak sekali penggabungan. Biasanya antara suami dan istri serta anak dan orang tua,’’ terang pejabat Kemenag berdomisili Desa Kradenan, Kecamatan Palang itu.
Ditegaskan Yamin, meski kabar secara lisan sudah didengar. Namun, selama belum ada surat resmi dari Kemenag pusat, maka selama itu pula kabar tersebut belum bisa dipastikan kebenarannya.
Karena itu, masing-masing jemaah diimbau untuk tetap tenang dalam menyikapi informasi tersebut. Terlebih, jemaah yang melakukan penggabungan.
‘’Tunggu sampai ada informasi resmi dari Kemanag RI,’’ tandasnya.
Sebagaimana diketahui, jumlah CJH asal Tuban yang berangkat tahun ini sebanyak 1.158 orang. Terdiri dari 1.010 jemaah reguler, dan 41 lansia, dan 107 jemaah cadangan. (zid/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.