Petani 46 tahun itu terang-terangan mengungkapkan, kerugian yang diderita akibat kerusakan sawahnya ter sebut mencapai puluhan juta.
Kepala Desa Purworejo Muksamiadi menambahkan, dugaaan pencemaran di wilayahnya benar adanya.
‘’Banyak dikeluhkan petani yang sawahnya terdampak,’’ ujarnya.
Terkait keluhan tersebut, lanjut dia, pemerintah desanya melapor kepada DLHP Tuban. Muksamiadi berharap, organisasi perangkat daerah (OPD) berwenangan memberikan solusi konkret terkait problem tersebut.
‘’Tidak hanya lahan pertanian saja yang terdampak. Lapangan desa kami juga terdampak,’’ pungkasnya. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.