Petani 46 tahun itu terang-terangan mengungkapkan, kerugian yang diderita akibat kerusakan sawahnya ter sebut mencapai puluhan juta.
Kepala Desa Purworejo Muksamiadi menambahkan, dugaaan pencemaran di wilayahnya benar adanya.
‘’Banyak dikeluhkan petani yang sawahnya terdampak,’’ ujarnya.
Terkait keluhan tersebut, lanjut dia, pemerintah desanya melapor kepada DLHP Tuban. Muksamiadi berharap, organisasi perangkat daerah (OPD) berwenangan memberikan solusi konkret terkait problem tersebut.
‘’Tidak hanya lahan pertanian saja yang terdampak. Lapangan desa kami juga terdampak,’’ pungkasnya. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…