Menurut dia, pembinaan tersebut bertujuan untuk mencegah aksi kejahatan tersebut agar tidak meluas.
‘’Siswa yang berpotensi ikut gangster harus dibina,’’ kata dia.
Mantan Kepala SMAN 3 Nganjuk ini mengatakan, aksi gangster yang meresahkan harus dihentikan secepatnya. Sekolah memiliki peran penting dalam mendidik dan siswanya agar tidak salah pergaulan.
Untuk pembinaan internal sekolah, Adi menganjurkan sekolah meningkatkan kegiatan keagamaan.
‘’Sekolah harus menggandeng TNI–Polri jika membutuhkan bantuan pembinaan siswa yang nakal dan berpotensi bertindak kriminal,’’ tegas dia.
Pendidik yang juga Plt Kacabdin Nganjuk ini meneruskan, tindakan kelompok gangster diduga hanya ikut-ikutan tren yang beredar di medsos.
Sejauh ini, dia memastikan kelompok gangster tidak berafiliasi ke perguruan pencak silat tertentu. Sehingga, kata dia, penyelesaian persoalan ini menjadi tanggung jawab bersama.
‘’Jika sudah melakukan tindak kriminalitas, maka kami serahkan proses tersebut sepenuhnya ke kepolisian,’’ tandasnya. (yud/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…