‘’Kegiatan workshop ini dalam rangka tahun pelajaran baru,’’ ujarnya.
Lulusan Universitas Negeri Jember (Unej) itu menjelaskan, implementasi Kurikulum Merdeka harus lebih sempurna dari tahun ke tahun.
Mulai tahun ini, kelas X dihadapkan pada pemilihan mata pelajaran sesuai dengan profesi yang diinginkan peserta didik. Misal, siswa yang ingin berprofesi di bidang teknik, maka siswa diarahkan untuk mengambil mata pelajaran yang menunjang pekerjaannya di masa depan.
‘’Bagi siswa yang ingin bidang humaniora atau IPS, juga disiapkan mata pelajaran terkait,’’ tegasnya.
Pemetaan bakat siswa dimulai dengan mengisi angket melalui Google Form terkait minat, bakat, dan profesi yang diimpikan.
Dengan demikian, seluruh bapak/ibu guru bisa mengarahkan dan mendukung peserta didik untuk menggapai impiannya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…