‘’Kegiatan workshop ini dalam rangka tahun pelajaran baru,’’ ujarnya.
Lulusan Universitas Negeri Jember (Unej) itu menjelaskan, implementasi Kurikulum Merdeka harus lebih sempurna dari tahun ke tahun.
Mulai tahun ini, kelas X dihadapkan pada pemilihan mata pelajaran sesuai dengan profesi yang diinginkan peserta didik. Misal, siswa yang ingin berprofesi di bidang teknik, maka siswa diarahkan untuk mengambil mata pelajaran yang menunjang pekerjaannya di masa depan.
‘’Bagi siswa yang ingin bidang humaniora atau IPS, juga disiapkan mata pelajaran terkait,’’ tegasnya.
Pemetaan bakat siswa dimulai dengan mengisi angket melalui Google Form terkait minat, bakat, dan profesi yang diimpikan.
Dengan demikian, seluruh bapak/ibu guru bisa mengarahkan dan mendukung peserta didik untuk menggapai impiannya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.