Sedangkan untuk SMP, kata Ismail, 52 SMPN se-Kabupaten Tuban memiliki pagu total 9.056 kursi. Sedangkan SMP swasta yang berjumah 48 lembaga pendidikan memiliki pagu 3.328 kursi.
Pemetaan pagu tersebut, menurut Ismail, adalah bagian dari persiapan PPDB.
‘’Dengan mengetahui pagu masing-masing, diharapkan sekolah dapat menginventarisir calon siswa dengan baik,’’ tuturnya.
Mantan guru SDN Beji 1, Jenu itu mengatakan, PPDB tahun ini sudah memasuki tahap final dalam penyusunan peraturan bupati (perbup). Jika sesuai jadwal, rencananya PPDB dibuka pada pertengahan Mei.
Dengan pemetaan pagu tersebut, Ismail berharap, masing-masing sekolah menerima siswa sesuai dengan kemampuan kursi yang dimiliki.
‘’Diharapkan tidak ada sekolah yang menerima siswa melebihi pagu karena dapat merugikan sekolah lain yang kekurangan siswa,’’ imbuhnya. (yud/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…