
Radartuban.jawapos.com – Di luar Partai Golkar dan PKB yang dipastikan bersaing ketat untuk merebutkan status sebagai partai pemenang pemilu. Beberapa parpol lain juga berpotensi menjadi kuda hitam untuk menggangu persaingan Golkar dan PKB.
Ketua DPC Demokrat Tuban Imam Sutiyono menga takan bahwa persaingan pada Pemilu 2024 nanti akan berjalan dengan sangat dinamis.
Artinya, fokus persaingan Demokrat tidak hanya tersentral kepada Golkar dan PKB. Tidak lantas hanya PKB dan Golkar saja yang bakal bersaing sengit untuk meraih terbanyak.
Disinggung persaingannya dengan Partai Nasdem, yang kini dinakhodai Wakil Bupati Tuban Riyadi—yang dulunya mantan kader Partai Demokrat. Imam hanya menjawab diplomatis.
‘’Dalam kontestasi ke depan, sebagai nakhoda Partai Demokrat, saya pastikan semua parpol tarung dengan fair. Siapa yang bisa merebut suara rakyat, dialah yang akan menjadi pemenang,’’ ujarnya.
Meski hanya disampaikan secara diplomatis. Namun, hengkangnya Riyadi ke Nasdem, sedikit banyak akan memengaruhi suara Demokrat. Apalagi, jabatannya saat ini adalah wakil bupati. Otomatis pengaruhnya juga cukup besar.
Sebab fakta-fakta yang mendasari itulah, terang Imam, pertarungan perebutan kursi dewan pada 2024 nanti bakal ketat.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…