Prinsipnya, asal SDM unik berkearifan lokal ada dan terkelola—terorganisir, wisata edukasi pasti bisa jalan.
Merujuk prinsip tersebut, pria asal Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang ini mengakui memang belum banyak wisata di Tuban yang demikian. Sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah Pemkab Tuban.
‘’Agar pariwisata semakin variatif. Tidak melulu menawarkan panorama alam,’’ ujarnya.
Zubaidi, Ketua Pokdarwis Edukasi Anyam Bambu di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang mengatakan, membangun wisata edukasi hanya perlu SDM unik dan berakearifan lokal.
‘’Setidaknya, itulah pengalaman kami saat membangun wisata edukasi anyam bambu pada akhir 2022 hingga awal 2023 kemarin,’’ ungkapnya.
Untuk menyemarakan wisata edukasi, Zubaidi mengajak setiap desa yang miliki SDM unik berkearifan lokal untuk membangun wisata edukasi. Sehingga semakin banyak wisata edukasi di Tuban. (sab/tok)
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…