Prinsipnya, asal SDM unik berkearifan lokal ada dan terkelola—terorganisir, wisata edukasi pasti bisa jalan.
Merujuk prinsip tersebut, pria asal Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang ini mengakui memang belum banyak wisata di Tuban yang demikian. Sehingga hal ini menjadi pekerjaan rumah Pemkab Tuban.
‘’Agar pariwisata semakin variatif. Tidak melulu menawarkan panorama alam,’’ ujarnya.
Zubaidi, Ketua Pokdarwis Edukasi Anyam Bambu di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang mengatakan, membangun wisata edukasi hanya perlu SDM unik dan berakearifan lokal.
‘’Setidaknya, itulah pengalaman kami saat membangun wisata edukasi anyam bambu pada akhir 2022 hingga awal 2023 kemarin,’’ ungkapnya.
Untuk menyemarakan wisata edukasi, Zubaidi mengajak setiap desa yang miliki SDM unik berkearifan lokal untuk membangun wisata edukasi. Sehingga semakin banyak wisata edukasi di Tuban. (sab/tok)
Page: 1 2
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.
Amerika Serikat menyematkan label “bersejarah” pada kesepakatan dagang terbarunya dengan Indonesia.