
MENGANYAM BAMBU: Salah satu wisata edukasi di Bumi Ronggolawe. Andalkan SDM unik berkearifan lokal. (Yusab Alfa Ziqin/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Pariwisata memanjakan pengunjung dengan panorama alam pegunungan, pantai, serta sungai sudah biasa dan sangat banyak. Namun, pariwisata yang menyediakan edukasi bagi pengunjungnya masih sangat jarang.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban, wisata berbasis edukasi baru hitungan jari. Salah dua yang cukup optimal, yakni wisata edukasi gerabah di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel dan wisata edukasi anyam bambu di Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang.
Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Tuban Muhasan mengemukakan, pembentukan pariwisata edukasi perlu komitmen banyak pihak. Sebab, pariwisata jenis ini tak hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA), melainkan juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unik.
‘’Memiliki kearifan lokal yang tidak dimiliki daerah-daerah lain,’’ ujar pria akrab disapa Hasan itu.
Pria juga aparatur sipil negara (ASN) berdinas di bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban ini menyebut, bagi daerah yang memiliki SDM unik atau berkearifan lokal cukup mudah membangun wisata edukasi.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…