‘’Yang paling cukup potensial ya membuka pasar takjil itu. Kiranya cukup ampuh memancing pengunjung masuk objek wisata sambil ngabuburit dan belanja takjil,’’ imbuhnya.
Bagi pengelola wisata yang pendapatannya dirasa sudah aman dan kurang perlu mengerek pendapatan, pria yang juga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban ini menyebut, Ramadan adalah saat yang tepat untuk membangun, membenahi, melengkapi, atau memperbarui sarana-prasarana objek wisata.
Pasalnya, begitu objek wisata mendapat sentuhan baru saat Ramadan, objek wisata dimaksud siap menyambut ledakan pengunjung pada momen libur Idul Fitri.
‘’Keuntungannya, ada hal atau sesuatu baru di objek wisata tersebut. Bisa disuguhkan dan mengesankan para pengunjung,’’ jelas Tokoh Inspiratif Penggerak Pariwisata Jawa Pos Radar Tuban Award 2022 itu. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…
Nilai tukar rupiah kembali tersungkur pada penutupan perdagangan awal pekan. Tekanan kuat datang dari lonjakan…
Bayangan lonjakan harga energi global kembali menghantui pasar. Eskalasi konflik terbuka antara Iran melawan Israel…
Di saat pasar saham masih bergerak fluktuatif dan sentimen global belum sepenuhnya pulih, PT Astra…
Pergerakan harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali menunjukkan sinyal penguatan. Pada perdagangan Kamis…
Kinerja saham teknologi Indonesia sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dua wajah yang kontras.