‘’Yang paling cukup potensial ya membuka pasar takjil itu. Kiranya cukup ampuh memancing pengunjung masuk objek wisata sambil ngabuburit dan belanja takjil,’’ imbuhnya.
Bagi pengelola wisata yang pendapatannya dirasa sudah aman dan kurang perlu mengerek pendapatan, pria yang juga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Tuban ini menyebut, Ramadan adalah saat yang tepat untuk membangun, membenahi, melengkapi, atau memperbarui sarana-prasarana objek wisata.
Pasalnya, begitu objek wisata mendapat sentuhan baru saat Ramadan, objek wisata dimaksud siap menyambut ledakan pengunjung pada momen libur Idul Fitri.
‘’Keuntungannya, ada hal atau sesuatu baru di objek wisata tersebut. Bisa disuguhkan dan mengesankan para pengunjung,’’ jelas Tokoh Inspiratif Penggerak Pariwisata Jawa Pos Radar Tuban Award 2022 itu. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Page: 1 2
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…