Categories: Hukum & Kriminal

Kades Bunut Akui Terlibat Korupsi, Ditahan Usai Lebaran

Radartuban.jawapos.com – Budi Utomo, Kepala Desa (Kades) Bunut, Kecamatan Widang, tersangka baru kasus dugaan korupsi anggaran pendapatan belanja desa (APBDes) Bunut tahun anggaran 2016—2019, hanya bisa pasrah.

Saat diperiksa tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Selasa (11/4) lalu, tersangka mengakui semua perbuatan yang dituduhkan.

Kepasrahan tersangka tersebut, kemarin (12/4) diungkapkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus (Ka sipidsus) Kejari Tuban Yogi Natanael Christanto.

Praktis, tim penyidik tidak perlu repot-repot mencari tambahan bukti lain. Sebab, pengakuan tersangka sudah menjadi bukti kuat.

Meski demikian, tegas Yogi—sapaan akrabnya—selama belum ada vonis dari pengadilan, maka selama itu pula masih praduga.

‘’Sebelum ada vonis pengadilan, kami tetap menggunakan prinsip ‘dugaan’ untuk tersangka (Budi, Red). Meskipun toh sudah jelas-jelas tersangka mengakuinya,’’ ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Tuban kemarin (12/4).

Diungkapkan Yogi—sebagaimana disampaikan tim penyidik, selama proses pemeriksaan, tersangka mengakui perbuatannya. Pun untuk apa saja uang hasil korupsi itu digunakan, juga diakui secara gamblang.

‘’Diakui, uang yang dikorupsi itu untuk kebutuhan sehari-hari,’’ ungkapnya.

Kendati bukti-bukti menjerat tersangka sudah lengkap, namun penyidik tetap melakukan pendalaman perihal keterlibatan Budi dalam perkara korupsi APBDes 2016—2019 itu.

Keterangan berikut bukti tambahan akan tetap dicari untuk melengkapi berkas perkara. Hanya saja, untuk saat ini tersangka belum ditahan.

‘’Dia akan kami tahan usai lebaran (Idul Fitri, Red),’’ janjinya.

Mengapa demikian? Yogi menyebut, sejak dipanggil dan diperiksa pihaknya kali pertama sebagai saksi pada Senin (3/4), kemudian ditetapkan sebagai tersangka pada Jumat (7/4), lalu diperiksa perdana sebagai tersangka pada Selasa (11/4), tersangka dinilai kooperatif. Potensi bahwa kades berusia 41 tahun itu akan melarikan diri maupun menghilangkan bukti, tipis sekali.

‘’Lagi pula, bukti-bukti yang kami miliki juga sudah cukup,’’ jelasnya.

Page: 1 2

Amin Fauzie

Recent Posts

IHSG Menguat Terbatas di 9.075, Volume Besar tapi Keyakinan Belum Bulat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…

1 week ago

Pasar Mobil 2025 Menggeliat, Jepang Masih Perkasa di Tengah Gempuran Pabrikan Tiongkok

Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…

1 week ago

IHSG Menguat di Tengah Tekanan, Sinyal Akumulasi Mulai Terbaca di Awal Tahun

Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…

1 week ago

Menkeu Purbaya Bidik IHSG Tembus 10 Ribu, OJK Ingatkan Syarat Berat di Balik Optimisme Pemerintah

Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…

2 weeks ago

IHSG Tergelincir di Akhir Perdagangan, Tekanan Jual Menutup Optimisme Awal Sesi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…

2 weeks ago

Harga Emas Antam Naik Lagi, Pasar Domestik Menguat di Tengah Tren Fluktuatif Global

Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…

2 months ago