Categories: Nasional

JPPR Pertanyakan Kredibilitas KPUK

Radartuban.jawapos.com – Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Tuban Wawan Purwadi menyesalkan tidak seriusnya KPUK dalam memutus kedua anggota PPS yang sudah terbukti menjadi anggota organisasi partai.

‘’Jangan karena putusan KPU tidak te rikat waktu, sehingga berlarut-larut tidak jelas seperti ini,’’ kata Wawan—sapaan akrabnya— mengkritik keras KPUK Tuban yang dianggap tidak memiliki ketegasan.

Harusnya, tegas Wawan, ketika sidang kode etik sudah selesai, maka KPUK segera memberikan putusan dan disampaikan ke publik. Apalagi, lanjut dia, yang bersangkutan sudah jelas-jelas terbukti sebagai anggota AMPI.

Artinya, sudah jelas juga bahwa yang bersangkutan tidak jujur sejak awal atas statusnya sebagai anggota organiasi sayap partai.

‘’Menurut kami, pengakuan yang bersangkutan (membenarkan terlibat sebagai anggota AMPI, Red), seharusnya sudah bisa menjadi dasar bagi KPUK memberhentikan yang bersangkutan. Bukan malah diaktifkan kembali,’’ ujarnya.

Page: 1 2

Amin Fauzie

Recent Posts

Harga Emas Antam Hari Ini Ambles Rp 55.000, Turun ke Rp 3,004 Juta per Gram

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…

1 day ago

Struktur Kepemilikan Saham BBCA Terungkap, Hanya Empat Pemegang Menguasai Lebih dari 1 Persen

Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…

2 days ago

Pertamina Klaim Stok BBM Aman untuk 21 Hari, Tapi Geopolitik Dunia Terus Mengintai

Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…

4 days ago

OJK Siapkan Regulasi Kripto Syariah di Indonesia, Tokenisasi Emas dan Properti Jadi Fokus Utama

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…

4 days ago

Demutualisasi Jadi Senjata Utama, BEI Pasang Target Ambisius Tembus 10 Besar Bursa Global

Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…

6 days ago

Aturan Free Float Diperketat, OJK Bidik 75 Persen Emiten Patuh Sebelum 2026 Berakhir

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…

1 week ago