
RADARTUBAN – Pemkab Tuban bersiap menghadapi kemarau lebih awal. Pekan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban dijadwalkan menggelar rapat mitigasi bencana kekeringan.
Meski potensi bencana kekurangan air bersih tersebut diperkirakan baru muncul pada Agustus mendatang atau masih dua bulan lagi, namun sekarang mulai diantisipasi.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Pelaksana BPBD Tuban Sudarmaji membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, rapat yang membahas mitigasi bencana kekeringan di Bumi Ronggolawe pada pekan ini akan dihadiri para camat se-Kabupaten Tuban.
‘’Sementara baru para camat yang akan dilibatkan. Bencana kekeringan ini akan dimitigasi per kecamatan dulu,‘’ tutur mantan kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP) Tuban itu.
Setelah bencana kekeringan sudah dimitigasi per kecamatan, lanjut dia, mitigasian bencana akan ditingkatkan ke skala kabupaten.
Wilayah mana saja yang berpotensi mengalami bencana kekeringan? Darmaji belum menyampaikan.
Dia menerangkan, BPBD Tuban paling terakhir merekap data kekeringan pada 2021. Setelah itu, pada 2022 tidak ada pembaruan data karena tahun tersebut tidak ada bencana kekeringan.
Page: 1 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…