
LANGKA: Kadir, salah satu pemilik pangkalan saat menata LPG 3 Kg yang sudah habis. (Zidni Ilman Nafia/Radar Tuban)
RADARTUBAN – Sepekan terakhir ini, sejumlah masyarakat di Tuban mengeluh kesulitan mendapat elpiji 3 kilogram (kg). Apa penyebabnya? Sejauh ini belum diketahui pasti.
Sujito, warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu mengungkapkan, kelangkaan gas melon ini sudah ber langsung kurang lebih sepekan. Dari yang biasanya mudah didapat, kini tiba-tiba langka.
‘’Sulit sekali mendapatkan elpiji 3 kg,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (7/6).
Kelangkaan gas subsidi ini membuatnya terheran-heran. Sebab, hilangnya liquefied petroleum gas (LPG) di pasaran ini berlangsung cukup mendadak.
‘’Tiba-tiba langka,’’ tuturnya.
Pedagang bakso keliling ini berharap segera ada solusi dari pihak terkait untuk mengatasi kelangkaan gas tabung mini tersebut. Sehingga aktivitasnya berdagang kembali lancar.
‘’Repot kalau kondisinya begini. Semoga cepat ada tindakan,’’ tandasnya.
Sukadir, pemilik pangkalan LPG 3 kg di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Tuban membenarkan perihal menyusutnya stok elpiji 3 kg tersebut. Menurutnya, beberapa hari ini stok di pangkalan nya selalu habis dengan cepat. Tak kurang dari dua jam, konsumen langsung memburu kuota 100 tabung yang dijualnya.
‘’Begitu datang, warga berbondong-bondong langsung beli,’’ ujarnya.
Kadir mengutarakan, stok yang dikirim ke pangkalannya tidak pernah telat dan juga tidak dikurangi. Namun demikian, para konsumen yang membeli nyatanya belakangan ini membludak.
‘’Beda dengan pekan lalu yang masih normal, sekarang konsumen membludak,’’ terang dia.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…