
Radartuban.jawapos.com – Pembagian tunjangan hari raya (THR) dibatasi maksimal 16 April mendatang. Tiap-tiap perusahan diminta memberikan THR kepada para pekerjanya sebelum batas waktu yang ditetapkan.
‘’Perusahaan yang melanggar (tidak memberikan THR sebagaimana yang sudah diatur, Red) akan kami berikan teguran hingga sanksi,’’ kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Tuban Sugeng Purnomo kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (8/4).
Ditegaskan Sugeng, untuk memastikan setiap perusahaan taat aturan, pihaknya bakal melakukan pengawasan secara intens. Termasuk menjadi komunikasi dengan serikat pekerja.
‘’Kami ingin memastikan perusahaan-perusahaan di Tuban menjalankan kewajibannya (memberikan THR kepada karyawan, Red),’’ ujarnya.
Diterangkan Sugeng, sanksi bagi perusahaan yang tidak memberikan THR sesuai ketentuan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenaga kerhaan (Permenaker) 6/2016 tentang Pembagian THR Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
‘’Kecuali bagi (perusahaan, Red) yang tidak mampu, kalau alasannya rasional, nanti bisa dibicarakan,’’ paparnya.
Misalnya, terang mantan Camat Kerek itu, jika perusahaan terbukti tak memiliki uang cukup untuk membayar THR kepada karyawannya secara penuh, maka diberikan toleransi membayar THR dengan cara dicicil.
Namun, pembayaran THR tercicil ini harus disepakati perusahaan dan karyawan. Kesepakatanya wajib tertulis dan diketahui disnakerperin.
Page: 1 2
Pasar saham Indonesia akhirnya menunjukkan napas segar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada…
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…