
Radartuban.jawapos.com – Tahun ini, hasil panen tembakau diprediksi melimpah. Itu karena musim kemarau 2023 lebih panjang dan kering dibanding musim ketigo tahun lalu. Kondisi cuaca ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman bernama latin Nicotiana tabacum tersebut.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Prasarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Tuban Sri Yuniati membenarkan hal ini.
Dia mengatakan, musim kemarau panjang dan kering tahun ini akan dimanfaatkan para petani untuk menanam tembakau. Karena itu, luas tanaman tembakau pun diperkirakan meningkat. Begitu juga jumlah produksi tembakau berpotensi meningkat.
Seberapa besar peningkatan luas lahan dan hasil produksi tembakau? Yuni, sapaannya belum bisa memastikan. Yang jelas, kata dia, bakal lebih banyak ketimbang 2022 yang mengalami kemarau singkat dan basah.
Pada tahun tersebut, kata dia, luas tanaman tembakau sedikit dan hasil panen tidak melimpah.
Pejabat fungsional Bidang Penyuluhan dan Prasarana Pertanian DKP3 Tuban Linggo Indarto menambahkan, pada 2022, luas lahan pertanian tembakau sekitar 600—700 hektare dengan hasil produksi sekitar 725 ton. Angka tersebut jauh di bawah potensi luas lahan tembakau sekitar 3.000 hektar.
Page: 1 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…