
Salah satu tempat pembuangan sampah di wilayah perkotaan Tuban. (Zidni ilman Nafia/Radar Tuban
Radartuban.jawapos.com – Kalau saja Tuban memiliki mesin pengolahan sampah sendiri, berton-ton sampah yang dihasilkan rumah tangga di Bumi Ronggolawe tidak perlu dikirim ke luar kota. Khususnya sampah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk diolah kembali dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Pengelola bank sampah Persahabatan di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Ali Wardoyo mengatakan, hampir semua jenis sampah yang diserahkan warga ke tempatnya dikirim ke luar kota.
Pertimbangannya, Tuban belum memiliki mesin pengolahan sampah, apalagi untuk daur ulang.
‘’Hampir semua saya jual ke luar kota, mau bagaimana lagi, di Tuban belum ada mesin pengolahannya,’’ ujar nya ketika diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban.
Ali, sapaannya, menuturkan, sampah yang diserahkan warga dipilah sesuai jenisnya; plastik, kertas, botol, bak bekas, kardus, dan besi. Setelah dipilah dan dikumpulkan, sampah-sampah tersebut dijual ke luar kota.
Page: 1 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…