
Salah satu tempat pembuangan sampah di wilayah perkotaan Tuban. (Zidni ilman Nafia/Radar Tuban
Radartuban.jawapos.com – Kalau saja Tuban memiliki mesin pengolahan sampah sendiri, berton-ton sampah yang dihasilkan rumah tangga di Bumi Ronggolawe tidak perlu dikirim ke luar kota. Khususnya sampah yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk diolah kembali dan memiliki nilai jual yang tinggi.
Pengelola bank sampah Persahabatan di Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban, Ali Wardoyo mengatakan, hampir semua jenis sampah yang diserahkan warga ke tempatnya dikirim ke luar kota.
Pertimbangannya, Tuban belum memiliki mesin pengolahan sampah, apalagi untuk daur ulang.
‘’Hampir semua saya jual ke luar kota, mau bagaimana lagi, di Tuban belum ada mesin pengolahannya,’’ ujar nya ketika diwawancarai Jawa Pos Radar Tuban.
Ali, sapaannya, menuturkan, sampah yang diserahkan warga dipilah sesuai jenisnya; plastik, kertas, botol, bak bekas, kardus, dan besi. Setelah dipilah dan dikumpulkan, sampah-sampah tersebut dijual ke luar kota.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…