‘’Dari pada kejadian lagi (tiang roboh, Red) mending kita pindah—menjauh dari tiang-tiang lampu,’’ kata dia.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mem bantah perihal robohnya tiang karena konstruksinya rapuh.
Dia menegaskan, penyebab robohnya tiang lampu karena sering ditabrak kendaraan yang parkir di sisi utara jalan.
‘’Banyak yang ditabrak, kalau nabraknya pelan tiangnya bengkok atau melengkung, kalau nabraknya sedang, corannya yang retak,’’ ujarnya.
Padahal, lanjut Agung, di jalur tersebut sudah terpasang rambu larangan parkir. Terkait kerusakan tersebut, lanjut dia, akan segera diperbaiki pihak rekanan. Sebab, enam bulan pasca dikerjakan masih dalam masa perawatan.
‘’Dan itu menjadi tanggung jawab rekanan,’’ tandasnya.
Awan gelap masih menggantung di langit industri Asia. Pada November, mesin-mesin manufaktur di China, Jepang,…
Penurunan harian kembali menampar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun di balik garis merah hari…
Siapa sebenarnya pemilik sah Bank Neo Commerce (BBYB)? Pertanyaan itu kembali mencuat setelah struktur kepemilikan…
Pergerakan indeks domestik kembali menunjukkan betapa pasar masih dihantui keraguan. Pada perdagangan Jumat (21/11) IDX…
Ada jeda napas yang terasa jelas dalam laporan keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA)…
Aroma kehati-hatian terasa pekat di Gedung Thamrin. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang digelar…