
MEMICU KONTRO VERSI: Salah satu tiang lampu di kilometer 1 Jalan Semarang setelah roboh. (M. Mahfudz Muntaha/Radar Tuban)
Radartuban.jawapos.com – Robohnya tiang lampu di jalur pantura, tepatnya di kilometer 1 Jalan Raya Tuban-Semarang pada Minggu (12/2) petang menyisakan kecemasan masyarakat. Terlebih, robohnya tiang lampu pascarevitalisasi trotoar itu diduga karena konstruksi bangunan asal-asalan.
Sebagaimana diketahui, revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Tuban-Semarang—RE Martadinata yang dikerjakan CV BSR itu baru saja rampung akhir 2022 lalu. Artinya, belum genap dua dua bulan dipasang.
Endik, salah satu pedagang kali lima (PKL) yang menjajakan dagangannya di antara tiang-tiang lampu mengaku khawatir. Ditakutkan tiba-tiba tiang lampu lainnya menyusul roboh. Apalagi belakangan ini sering diguyur hujan deras disertai angin kencang.
‘’Semula pedagang mengira robohnya disebabkan karena disenggol kendaraan besar. Tapi kayaknya nggak mungkin. Sebab posisi tiang lampu jauh dari badan jalan. Mungkin disebabkan lepasnya penyambung antara fondasi dan tiang listrik yang tidak kuat,’’ ujarnya.
Atas kejadian tersebut, Endik dan PKL yang lain memilih posisi aman—menjauhi tiang-tiang lampu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…