
MEMULAI KONSTRUKSI: Perbaikan Jembatan Glendeng dimulai Juli. Saat ini proyek tersebut masih tahap lelang. (Yusab Alfa Ziqin/Radar Tuban)
RADAR TUBAN – Perbaikan Jembatan Glendeng yang lama ditunggu masyarakat, kini mulai jelas. Sekarang ini, proyek dengan pagu anggaran Rp 20,1 miliar dan bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tuban 2023 tersebut dilelang.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa dan Administasi (ULPBJAP) Setda Tuban Anton Tri Laksono mengatakan telah melelang proyek rehabilitasi Jembatan Glendeng ke sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Tuban kemarin (13/6).
Dia menjadwalkan lelang proyek rehabilitasi jembatan yang menghubungkan Desa Simo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban dengan Desa Kalirejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro tersebut rampung dalam waktu sebulan.
‘’Awal Juli mendatang sudah tanda tangan kontrak,’’ ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi membenarkan hal tersebut.
Dia mengklaim, dilelangnya proyek rehabilitasi Jembatan Glendeng pada awal Juni ini sesuai target.
Dia menegaskan, begitu kontrak proyek ditandatangani pada awal Juli mendatang, tanpa menunggu lama rekanan sudah bisa langsung melakukan pengerjaan.
‘’Proyek rehabilitasi Jembatan Glendeng wajib selesai dalam waktu 150 hari. Jika dimulai pertengahan Juli, pertengahan November harus selesai,’’ terang dia.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…