Dikonfirmasi terkait keluhan para sopir tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban Imam Isdarmawan mengatakan, aspirasi para sopir tersebut tetap dipertimbangkan.
Terkait masukan tersebut, kata dia, pihaknya belum bisa memutuskan dan harus dibawa ke forum.
‘’Masukan ini akan dibahas ketika menganalisa dan mengevaluasi hasil uji coba JLS,’’ tegas Imam.
Sebagaimana diketahui, uji coba JLS rencananya dimulai Rabu (15/2) hari ini hingga Jumat (17/2) mendatang.
Seluruh truk kecuali bermuatan sembako dan kebutuhan dasar masyarakat, dilarang masuk perkotaan mulai pukul 14.00—18.00.
Untuk trial rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan rute baru. Truk dari Babat maupun Paciran yang hendak menuju Rembang, masuk pertigaan JLS di Desa Tunah, Kecamatan Semanding. Sesampai di perempatan SMPN 4 Tuban, kendaraan berat tersebut masuk Jalan Soekarno —Hatta dan dilanjutkan ke Jalan Tuban—Rembang. Rute yang sama berlaku untuk truk dari arah sebaliknya.
Dengan perubahan jalur tersebut, Jalan Manunggal yang selama ini satu arah diubah menjadi dua arah. (sab/ds)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Daftar Top 10 Orang Terkaya ASEAN 2025 yang dirilis seasia.stats dengan rujukan Forbes Real-Time Billionaires…
Peta persaingan industri laptop global kembali menegaskan satu fakta lama: pasar ini masih dikuasai segelintir…
Dunia bisnis global memasuki babak baru. Bukan lagi didominasi wajah-wajah senior berambut perak, daftar orang…
Peta kekuatan korporasi Asia Tenggara bergeser. Untuk pertama kalinya, perusahaan asal Indonesia berdiri paling tinggi…
Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir 2025 menunjukkan ketahanan di tengah tekanan global…
Menjelang libur panjang akhir pekan, laju rupiah kembali tertahan. Tekanan eksternal yang belum mereda membuat…