
Radartuban.jawapos.com – Ambruknya atap Gedung Korpri di kompleks Pendapa Kridha Manunggal yang belum genap lima bulan diperbaiki, disikapi dingin oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban. Korps Adhiyaksa ini baru akan “ikut campur” ketika hasil investigasi yang dilakukan internal Pemkab Tuban ditemukan potensi pelanggaran pidana.
‘’Kami akan bersikap setelah investigasi (internal pemkab, Red) rampung,’’ kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Tuban Muis Ari Guntoro kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (14/5).
Karena itu, sampai saat ini pihak kejaksaan tidak mengambil sikap apapun. Selain itu, juga enggan untuk mengomentari perihal potensi pidana dari ke jadian ambruknya atap Gedung Korpri tersebut.
‘’Sekali lagi, kami menghormati proses investigasi di internal Pemkab Tuban. Kami tidak mau berandai-andai atau duga menduga,’’ tuturnya.
Yang jelas, tegas jaksa asal Sukoharjo, Jawa Tengah itu, pihaknya akan bertindak sesuai dengan prosedur. Apa pun hasil investigasi internal Pemkab Tuban, nantinya akan disikapi sesuai aturan.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengatakan, sampai saat ini proses investigasi masih berjalan. Belum ada hasilnya.
Page: 1 2
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona hijau. Berdasarkan data RTI Business,…
Industri otomotif nasional menutup 2025 dengan napas lega. Bukan karena lonjakan spektakuler sepanjang tahun, melainkan…
Pasar saham domestik akhirnya menutup perdagangan dengan nada hijau. Data RTI Business menunjukkan, Indeks Harga…
Angka 10.000 bukan sekadar target. Ini adalah pesan. Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan…
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (8/1) di zona merah. Setelah sempat bergerak…
Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANTM) kembali merangkak naik. Pada Senin (1/12), harga…