
SEHAT: Jemaah haji asal Kabupaten Tuban yang saat ini di Mekkah. Sebagian besar mereka dalam kondisi sehat. (Kemenag untuk Radar Tuban)
RADAR TUBAN – Takdir tidak ada yang tahu. Saat ini sehat, besok sakit, atau bahkan meninggal, tidak ada yang bisa menolak. Pun demikian takdir para jemaah haji yang saat ini menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kemarin (14/6), satu jemaah asal Tuban kembali dikabarkan meninggal. Yakni, jemaah asal Kecamatan Widang atas nama Abdullah Siddiq.
Saat pemberangkatan, jemaah kelompok terbang (kloter) 18 berusia 42 tahun itu dinyatakan sehat dan memenuhi syarat penerbangan.
Namun, Tuhan berkehendak lain. Kepala Madrasah Aliyah Darul Ulum Widang itu dipanggil di sisi-Nya saat berada di Makkah. Kabar duka tersebut disampaikan oleh petugas kloter haji Ahmad Munir.
‘’Beliau dari kloter 18. Semoga diampuni semua dosanya, ditempatkan di surga-Nya, dan yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan,’’ tuturnya.
Diungkapkan Munir—sapaannya, hasil diagnosa dokter, almarhum meninggal dikarenakan serangan jantung.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, yang bersangkutan sempat dilarikan ke Rumah Sakit King Faishal, Mak kah untuk mendapat perawatan intensif. Namun Tuhan berkehendak lain, jemaah yang juga pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Tuban itu meninggal saat berada di rumah sakit.
‘’Beliau meninggal sekitar 16.14 Waktu Arab Saudi (WAS). Almarhum masuk jemaah risiko tinggi dan memiliki riwayat diabetes,’’ terang Munir.
Lebih lanjut, Munir mengabarkan, saat ini cuaca di Tanah Suci cukup ekstrem. Suhu terik matahari rata-rata mencapai 54 derajat Celsius.
Page: 1 2
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…
Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…
Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…
Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…