Categories: Nasional

132 Pemilih ’’Siluman’’ Tidak Ditemukan Masuk DPT?

RADAR TUBAN – Pemilih ‘’siluman’’ di Tuban dipastikan bakal menjadi pemilih pada Pemilu 2024 mendatang. Ini menyusul hasil saran perbaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tuban kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK).

Dari temuan 875 pemilih ‘’siluman’’ di RT 0/RW 0, 132 pemilih di antaranya tidak diketahui keberadaannya.

Data tersebut termasuk 55 pemilih dalam satu kartu keluarga (KK) di TPS 4 Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban yang beralamat di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Tuban.

Mengapa 132 pemilih ‘’siluman’’ tidak ditemukan? Pertanyaan itulah yang menjadi tanda tanya Bawaslu Tuban.

‘’Seharusnya data tersebut perlakuannya sama dengan 277 pemilih ‘’siluman’’ di TPS 23. Untuk penelusurannya, KPUK menggandeng dispendukcapil,’’ ujar Kordiv Data dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Tuban, M Arifin kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (15/6).

Menurut dia, data saran perbaikan yang disampaikan institusinya pada 8 Juni lalu tersebut menekankan pada penanganan yang sama seperti data 277 pemilih ‘’siluman’’ di TPS 23. Setelah ditemukan, baru diterbitkan akta kematian.

‘’Tidak mungkin sampai tidak diketahui, karena semua yang ber-NIK pasti bisa dicari keberadaannya,’’ tegasnya.

Arifin mengungkapkan, akibat tidak diketahui keberadaan pemilih ‘’siluman’’, mereka tetap masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan pada 20 Juni mendatang.

Karena telanjur masuk DPT, lanjut komisioner asal Kecamatan Semanding itu, pemilih ‘’siluman’’ tersebut berpotensi masalah ketika masyarakat menuntut kejelasan terkait data pemilih.

‘’Bisa saja nanti peserta pemilu mempertanyakan data-data tersebut,’’ imbuhnya.

Bawaslu menyampaikan saran perbaikan kepada KPUK Tuban yang terdiri dari lima kategori. Yakni, data anomali pemilih di RT 0/ RW 0 sebanyak 875 orang, data pemilih di bawah umur 6 orang, pemilih bukan penduduk setempat 1 orang, pemilih berstatus TNI 1 orang, dan pemilih memenuhi syarat belum masuk daftar pemilih 341 orang.

Divisi Perencanaan dan Data KPUK Tuban M. Nurrokhib mengatakan, semua saran perbaikan yang diajukan Bawaslu sudah ditindaklanjuti. Terutama saran perbaikan untuk kategori pemilih di bawah umur, bukan penduduk setempat, berstatus TNI, dan pemilih memenuhi syarat belum masuk daftar.

Page: 1 2

Amin Fauzie

Recent Posts

Harga Emas Antam Hari Ini Ambles Rp 55.000, Turun ke Rp 3,004 Juta per Gram

Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mengalami penurunan tajam pada perdagangan…

1 day ago

Struktur Kepemilikan Saham BBCA Terungkap, Hanya Empat Pemegang Menguasai Lebih dari 1 Persen

Struktur kepemilikan saham bank swasta terbesar di Indonesia kembali menjadi sorotan. Data terbaru menunjukkan bahwa…

2 days ago

Pertamina Klaim Stok BBM Aman untuk 21 Hari, Tapi Geopolitik Dunia Terus Mengintai

Menjelang Lebaran dan arus mudik Idul Fitri, kekhawatiran publik soal ketersediaan bahan bakar minyak mulai…

4 days ago

OJK Siapkan Regulasi Kripto Syariah di Indonesia, Tokenisasi Emas dan Properti Jadi Fokus Utama

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai membuka babak baru bagi industri kripto nasional. Regulator sektor keuangan…

4 days ago

Demutualisasi Jadi Senjata Utama, BEI Pasang Target Ambisius Tembus 10 Besar Bursa Global

Bursa Efek Indonesia tak lagi ingin sekadar besar di kandang sendiri. Lewat agenda demutualisasi, BEI…

6 days ago

Aturan Free Float Diperketat, OJK Bidik 75 Persen Emiten Patuh Sebelum 2026 Berakhir

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengencangkan ikat pinggang tata kelola pasar saham. Regulator menargetkan 75…

1 week ago