‘’Kami berharap, dengan pengerjaan seperti ini bisa mencapai hasil semaksimal mungkin meski tak tuntas,’’ jelasnya.
Sebagaimana diketahui, dari tiga megaproyek Pemkab Tuban, proyek revitalisasi Rest Area ini jadi yang paling lambat. Padahal, proyek ini memiliki anggaran paing besar di antara dua proyek revitasliasi ruang publik seperti GOR Rangga Jaya Anoraga dan Alun-Alun.
Total anggarannya mencapai Rp 10,2 miliar yang terbagi dalam dua tahap. Rinciannya, tahap pertama Rp 8,3 miliar bersumber APBD 2022. Tahap kedua Rp 1,9 miliar bersumber perubahan APBD 2022. (sab/tok)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Tuban, silakan bergabung di Grup Telegram “Radar Tuban”. Caranya klik link join telegramradartuban. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Pasar modal kembali memanas. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)…
Dominasi New York di panggung finansial internasional kembali mendapat legitimasi. Kota berjuluk “The Capital of…
Bursa saham Indonesia kembali berguncang. Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup turun 24,73 poin atau…
PT Hafar Daya Konstruksi (HDK) akhirnya buka suara. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT Petrosea…
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak pasar keuangan yang belum reda, cadangan devisa Indonesia…
Dunia keuangan global bersiap menghadapi gempa besar. Perusahaan pengembang ChatGPT, yakni OpenAI, tengah menyiapkan langkah…